Monday, November 23, 2009

monolog : persimpangan.


perjalananku cukup menyenangkan.
walau sering merasa bosan.
namun aku tidak menyerah pada keadaan.
biarlah, bosan kan salah satu fase kehidupan.
ujarku meneguhkan hati.
lambat laun tidak hanya bebatuan bahkan lubang-lubang di sepanjang jalan yang aku temukan.
ada banyak sekali sesuatu.
sesuatu yang aku rasa, yang aku lihat, yang aku dengar dan yang aku raba.
kadang aku berhenti hanya untuk mengamati.
kadang kuacuhkan seolah tak peduli.
perjalanan ini menghadapkanku pada suatu persimpangan.
dua pilihan.
kiri dan kanan.
dan aku benci jika berada di posisi dimana aku harus memilih.
lama aku termenung. lama aku cermati.
tidak ada juga titik temu.
kemana harus kulanjutkan langkah ini?
sementara kedua kaki tidak sabar ingin berlari.
terpaksa berhenti karena hati enggan memilih.
lalu datang waktu.
aku memohon pada waktu.
bisakah ia menungguku?
sejenak, pinta waktu.
aku tidak mau buru-buru, ujarku.
lalu tentukan pilihanmu atau aku akan meninggalkanmu.
waktu memberiku pilihan lagi.
aku bimbang dengan pilihan-pilihan yang dihadapkan pada diriku.
mengapa manusia harus memilih, ujarku.
mencoba berdialog dengan Tuhan.
Tuhan belum juga bersuara.
bantu aku memilih Tuhan, pintaku disetiap sepertiga malam.
berharap di saat itu Tuhan tidak terlalu sibuk melayani permintaan umat-umatNya.
dan mendengarkan doa-doaku.
belum juga ada pertanda.
waktu sudah mulai tidak sabar.
dia memang harus beranjak pergi.
pilihanku, aku membiarkan waktu pergi.
kini tinggal persimpangan ini yang kuhadapi.
kemana harus kulangkahkan kaki?
aku telah berpasrah diri.
berharap Ia akan membimbingku ke jalan yang Ia ridhoi...

monolog : perjalanan


perjalanan ini tak terasa panjang.
bahkan terasa amat singkat.
berbagai musim berlalu dengan iringan kisah di dalamnya.
kisah yang jika dicermati sesaat akan membuat kita terhenyak, tersipu, rindu bahkan menangis tersedu-sedu..
cukup lama aku berjalan mengikuti aliran sungai ini..
belum juga aku temukan laut tempatnya bermuara.
aku cukup lelah.
hingga kadang terpikir untuk menyerah.
perjalanan ini memang tidak mudah.
tidak juga sesulit yang dibayangkan.
mungkin aku bosan.
istirahat sejenak tidak dapat mengusir jenuh yang sudah berkerak di ulu hati.
istirahat panjang pun tidak mampu menjinakkan kantuk yang menyerang.
tidak ada lagi yang menyenangkan.
orang-orang lalu lalang.
hanya sedikit yang menyapa bahkan hanya sekedar basa-basi saja.
semua beranjak pergi, memilih jalannya sendiri-sendiri.
aku pun enggan lama-lama disini.
berbekal kesabaran, semangat dan keteguhan hati.
akhirnya aku berdiri dan beranjak pergi.
kembali menyusuri jalan ini.
jalan yang tak lagi sama seperti dulu lagi.
mencoba bahagia dan bersemangat dengan kondisi dan situasi yang benar-benar berbeda.
tersenyum. menengadahkan kepala. menghela nafas. mengumpulkan tenaga.
kemudian melangkah...

Friday, November 20, 2009

Blueberry Night (2007)

My Blueberry Nights (2007)
Elizabeth: So what's wrong with the Blueberry Pie?
Jeremy: There's nothing wrong with the Blueberry Pie, just people make other choices. You can't blame the Blueberry Pie, it's just... no one wants it.
Elizabeth: Wait! I want a piece.

Elizabeth: Why do you keep them? You should just throw them out.
Jeremy: No. No, I couldn't do that.
Elizabeth: Why not?
Jeremy: If I threw these keys away then those doors would be closed forever and that shouldn't be up to me to decide, should it?
Elizabeth: I guess I'm just looking for a reason.
Jeremy: From my observations, sometimes it's better off not knowing, and other times there's no reason to be found.
Elizabeth: Everything has a reason.
Jeremy: Hmm. It's like these pies and cakes. At the end of every night, the cheesecake and the apple pie are always completely gone. The peach cobbler and the chocolate mousse cake are nearly finished... but there's always a whole blueberry pie left untouched.
Elizabeth: So what's wrong with the blueberry pie?
Jeremy: There's nothing wrong with the blueberry pie. Just... people make other choices. You can't blame the blueberry pie, just... no one wants it.

Elizabeth: [wiping her tears] How do you say goodbye to someone you can't imagine living without? I didn't say goodbye.
[pause]
Elizabeth: I didn't say anything. I just walked away.

[last lines]
Elizabeth: It took me nearly a year to get here. It wasn't so hard to cross that street after all, it all depends on who's waiting for you on the other side.

Leslie: You're hopeless...
Elizabeth: You're hopeless too!

Elizabeth: When you're gone, all that is left behind are the memories you created in other people's lives or just a couple of items on a bill.

Leslie: Sometimes your rhythm's off, you read the person right but still do the wrong thing.
Elizabeth: Because you trust them?
Leslie: Because you can't even trust yourself.


sukaaaa bangetttt film iniiii..
especially dialog yg iniii....
(^^)

Wednesday, November 18, 2009

lagi-lagi dee..

hati kamu mungkin memilihku,
seperti juga hatiku selalu memilihmu.
Tapi hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain.
Kadang, begitu saja sudah cukup...

dee,299


*dalem. iya, kadang begitu saja sudah cukup...*

next box office.. :P



Film yang bakal nyaingin hebohnya film 2012.
wakakakak...
huaaa.. i wasn't born to be an actress nampaknyaa..
ga nyadar kalo ada adegan yang ketangkep basah lagi ketawa padahal hrsnya adegan itu ga boleh ketawa... huhuhuu..
ternyata emang lebih susah nahan ketawa daripada nahan nangiss.. hikz...
menurut sayaa film remake ini lebih keren dr yg sblmnya..
iyalah sapaa dulu yg maennyaa, yg maen aja keren kayak saya *menghiburdirisendiri.com :P*
semogaa myrdal ga kapok ngajakin sayaa shooting lagii.. hehehe..
sory dal, artis karbitan yaa bgini inii.. blm akrab sm kamera.. gyahahahaa..
shooting 12 jam lebih untuk film berdurasi 10 menit 26 detik.. mantaff..


huah jd kangen sm tim 50 percent.. :)


*berpikir untuk pindah jalur karir, gyahaaahhahaaa.. :)) *

Thursday, November 5, 2009

the tragedy..

i wish it's just a nightmare...
but then i realize that is wrong..
it's too worst to be real..
it's too painfull to feel..
i couldn't stop my self to crying like a baby last night..
after so long i've never cried like that before..

Allah lagi negur gw..
Allah terlalu sayang sama gw, makanya Dia nggak berenti ngasih cobaan dan ujian buat gw..
Pikiran itu yang terus membayangi gw dari kemarin..
dan ga berhenti gw minta ampun atas segala kekhilafan gw..

Kejadiannya setelah pulang kuliah..
malem itu gw bawa si mio, motor sahabat gw..
seperti biasa tas gw cantelin di bawah deket pijakan kaki, kemudian diatasnya gw taro tas yg isinya modul2 kuliah..
perjalanan dari Unikom - Dipatiukur - sepanjang Monumen Perjuangan - Jl.Cilaki - Jl.Cibeunying - Jl.Riau diisi dengan obrolan seru sama sahabat gw, kecepatan motor saat itu ga sampe 50km/jam, karena kaki temen gw cedera jadi gw ga bawa motor kenceng2 kayak biasa, sampai pada akhirnya di perempatan lampu merah Jl.Ahmad Yani - Laswi gw tersadar kalo tas gw yang kulit warna coklat tua udah nggak ada di tempatnya.

"Astagfirullah Sa, tas gw kok nggak ada yang coklat?"
"Serius lo Din? ah sumpah nggak ada? Jatoh apa"
"Nggak ada Sa, sumpah"
"Yauda balik lagi Din!"

panik. dengan kecepatan meningkat dan ga berenti istigfar dan berdoa mudah2an tuh tas ketemu (sorry yaa say, gw jadi kalap nyetirnya :( ) gw putar balik ke arah kampus. gw udah nggak peduli sampai ngelawan arus segala demi menelusuri dimana jatohnya tas gw itu.. sampe di kampus gw jg tanya2 satpam dan ngiterin parkiran tapi hasilnya NIHIL.

akhirnya Lisa yang gantian nyetir waktu kita mo balik, pas di depan Pertamina gw liat mobil patroli dan gw berpikir untuk ngelapor siapa tau bisa bantuin daripada kita keliling2 Bandung tapi nggak nemu, at least gw bisa punya surat kehilangan..
dua orang patroli polisi itu mengantarkan gw ke salah satu Polsekta.

sampai disana bukannya disambut dengan ramah sama polisi yang jaga, gw malah ditanya :
Pol : "Kehilangan apa dek? Kok lapornya kesini? kejauhan!!"

Sa : "Iya pak tadi kan temen saya kehilangan tas baru nyadar pas di laswi, makanya balik lagi terus sama pak polisi yang lagi patroli disuruh kesini kalo mo lapor, jadi kita dianterin kesini"

Pol : "Iya kalo dari Laswi kesini kan kejauhan, disana juga ada kantor polisi!"
rupanya si bapak polisi nggak nangkep maksud pembicaraan temen gw.
gw yang sedari tadi diem aja dan cuma bisa berair mata akhirnya angkat bicara..

"Pak, saya tau ada kantor polisi deket situ, yang belok kiri kan? tadi itu di Laswi saya baru sadar tas saya hilang, akhirnya saya putuskan untuk balik lagi sampai ke kampus, ternyata nggak ada, di perjalanan pulang, saya liat ada polisi patroli depan pertamina, akhirnya saya minta tolong sm mereka dan mereka menyarankan saya dan teman saya lapor ke sini"
(dalem hati, sempet2an pak Polisi itu nanya2 ga penting bukannya menyambut dengan ramah atau tanggap keadaan, padahal gw udah belepotan aer mata, seems pathetic but he didnt even care, he's unempathic..!!)

Pol : "Oo begitu ceritanya"
nggak lama kemudian si polisi berniat bikinin gw surat kehilangan..

Pol : "Siapa nih yang mau lapor bikin surat kehilangan?"
temen gw berdiri dan bilang "Saya aja pak!"

Pol : "Lah yang bikin itu harusnya yang kehilangan, ini yang kehilangan aja nggak niat lapor!"
damn. bisa-bisanya dia ngmg begitu. maksud temen gw sih baek, dia liat gw udah lemes dan speechless makanya pengen bantuin gw, eh tanggepannya malah kayak gitu.
akhirnya lagi-lagi gw angkat bicara..

"Iya pak saya mau lapor kok"
ikutlah gw ke ruangan yang nggak jauh dari tempat tunggu.

Udah mana tuh polisi ngetiknya LAMA BANGET, bisa-bisanya dia sambil telfonan sama entah siapa mungkin istrinya, di tengah pembuatan surat kehilangan..
without say any sorry karena dia udah terima telfon di depan customer dia lanjutin interogasi gw..

Pol : "Berapa jumlah hp yang ilang"

gw : "Empat pak!"

Pol : "Empat? kok banyak amat..?"

gw : "ada yang punya kantor, Pak"

plisssss deeehhhhh pak Pol. penting banget komentarnya di tengah situasi yang kayak gt..
i really dont need that for sure.. arrghhh... tambah stresss gw lama2 disituu..
i cant even stop the tears falling down my cheek..
rasanya jadi tambah sakitttt..
setelah tuh surat di print ternyata nama gw salah dan merek handphone yang dia tulis jg ada yang salah..
DINI RAMDHANIA it should be DINI RAMDHANIAR
handphone merek GTE it should be ZTE (heloooooooooooooooo!! x_x)
akhirnya setelah menunggu cukup lama, tuh surat jadi jugaa..
fyuhh.. lega bisa keluar dari sanaa...

dari situ gw nunggu dulu temen2 dari training center yang ktnya mo pada dateng..
eh si pak Pol berulah lagi dia tanya :
"Kenapa masih disini?"

gw dan temen gw jawab : "Kita nunggu temen pak, pada mau kesini!"

dan dia cuma ber 'OH' kemudian membiarkan gw dan Lisa menunggu.

setelah temen2 pada dateng dan lain sebagainya, ada salah satu temen gw yang bawa misting isinya makanan.. padahal asli dia cuma buka doang, nggak maksud buat makan disitu..
yaa kita juga mikir kali masak iya mo makan di kantor polisi!! di depan pintu masuk lagii..
tapi si pak pol kayaknya nggak mikir gitu..
dia malah negor temen gw : "Eh kalo mau makan jangan disini!"

temen gw bilang : "Nggak kok pak"

trus gw jg bilang : "Ngga kok pak, kita nggak akan makan disini.."

aarrgghh.. what in the world a real police to do..
that was my first time go to police and i've been treated so bad, even worse..
bukannya seharusnya polisi itu mengayomi dan melindungi masyarakat yaa?
gw nggak bermaksud mendiskreditkan profesi polisi..
gw hanya baru merasakan arogansi profesi seorang polisi..
dan jujur gw kaget, yang mana polisi yang mengabdi pada masyarakat itu?
kok gw nggak nemu yaa?
atau emang jarang?
gw nggak tau. Wallahualam.
gw nggak bermaksud menjelekkan siapapun atau mempersuasi kalian buat suudzon sama polisi.
Sama sekali nggak ada niat kesana.
Ini cuma curahan hati gw aja. Gw sendiri yakin, banyak kok polisi baik hati diluar sana, yang mungkin gw belum nemuin. Hey lo2 semua temen2 gw yang pada jadi polisi, u have to be a good police with great attitude yaaa.. jangan bikin image polisi semakin buruk di mata masyarakat..
see, mudah2an nggak ada lagi yang ngalamin hal yang sama kayak gw..

Sudahlah, itu jadi bagian dari paket 'kehilangan' kemarin..
totally, pas abis nelfon nyokap dan nyampe kosan.. gw ngerasa hampa..
mengawang-ngawang.. it feels unreal.. ada yg kosong tapi gw nggak tau itu apa..
gw berharap gw bisa tertidur pulas semalam dan bangunnya gw bisa merasa lebih baik dan lebih semangat.. but i think wrong..
i couldnt even sleep tightly last night..
berasa tidur berasa nggak..
bangun dengan perasaan yang masih nggak enak..
pas tadi mau ngantor.. gw bingung mau bawa apa.. karena nggak ada lagi yang tersisa buat gw bawa,,
atm mandiri, atm bni, sim, ktp, klise foto, foto2 dan kartu2 member lainnya yang ada di dompet, my bebiblue, my soulmate, my wei and my z, 2 flash disk masing2 berukuran 2gb dan 1gb, make up kit.. was lost.. raib... entah kemana entah dimana..
beruntung hilangnya dengan cara yg halus..
maksudnya gw ga sampe dirampok, dipalak atau diapa2in..
setidaknya masih banyak yg bisa disyukuri dari hal ini..

then please dont giving me stupid question like : "kok bisa", "gimana caranya" or "kenapa bisa"
it will help me nothing..
i'm just too tired to answer that stupid question.
karena gw beneran gatau..
i have no idea,,
kok bisa ilang.. gimana caranya bisa ilang... kenapa bisa ilang..
mungkin kalo gw tau..
barang itu gak bakal jadi ilang.. barang itu bakalan ketemu..
yang ada malah gw jadinya tambah sedih, tambah kesel, i'm getting worse i swear..
if you really care, u can support me, treat me, at least it will make me better..
maaf.. bukan maksud mendiskreditkan pernyataan dari kepedulian kalian..
but for me dan buat orang2 yang ada di posisi kayak gw, we just need support or positive statement NOT question..
karena gw merasa gw cape untuk menjawab pertanyaan yang gw nggak tau jawabannya apa..
ribuan kali gw bilang nggak tau dan meninggalkan jejak ketidakpuasan di mata kalian..
apa daya.. ketidakpuasan itulah yang membuat gw semakin down..

Tapi dari musibah itu, gw bener2 ngerasain banget kalo ada orang2 yang sayang dan peduli sama gw, kalo ternyata masih ada teman2 sejati buat gw..
which one are TRUE FRIENDS or which one are NOT TRUE FRIENDS..
makasih banget.. sumpah kalo nggak ada dukungan dari kaliann..
gw nggak tau gimana memulai hari ini..
terdengar lebay yaa.. but it's true..
at least gw berjuang buat bisa ceria di deket kalian.. setidaknya kalian nggak khawatir lagi dan nggak berpikiran kalo gw kenapa2..
temen2 training center yang langsung dateng ke kantor polisi setelah pulang karokean dan bantuin buat blokir atm, nyisir jalan, ngasi minum, menenangkan, nelfonin..
my kancils en friends yang ada di facebook atas dukungannya buat gw..
the last for someone who talked on the phone accompany me through the night, giving me support and faith..
semuanyaa yang kalian lakukan membuat gw tutup mata dan tutup telinga sama orang-orang yang sama sekali ga empati dan malah menambah pressure gw itu..

semoga gw kuat buat ngadepin semuanya..
to be honest, i dont really 100% at this moment...
semoga yang ambil tas gw bisa menemukan manfaat dan bukan jadi mudharat buat dia..
semoga tuh orang tergerak hatinya untuk balikkin ke gw..
amin.

Thursday, October 15, 2009

KURIR DAY

Perusahaan beruntung banget punya karyawan kayak gw yang multitasking (narsis :p).
Udah dari kemarin ada aja kerjaan mendadak!
Tiba-tiba disuruh ke Jakarta buat anterin laporan ke DIKTI sebelum jam4 sore!
Sementara softcopy laporan yang harus diprint dan dijilid ampe 7x itu baru dikasi jam setengah 10 pagi!Walhasil kalang kabutlah gw dan satu orang rekan gw.
Sip, hari kemarin selesai, untung orang dari DIKTInya membolehkan kita telat sampai jam 5 sore.
Sampe Bandung lagi tepatnya kantor gw jam 21.00 dilanjutkan dengan lembur buat bikin daftar isi sama print laporan buat diaudit BPK keesokan harinya, trus ke fotocopy-an dulu buat finishing touchnya. Sampe kamar tercinta jam 22.30. Setelah bersih2, isya dan lain sebagainya, dengan suksesnya gw TEPAR..

Hari ini gw bilang lebih parah dari hari kemaren..
Dateng2 gw langsung disuruh ngojek. Hm, kayaknya ga keren banget yak bahasanya, ngurir?
Yah pokonya intinya disuruh jalan2, berdua sama partner maut gw di ruangan. Soalnya yang biasa jadi tukang ojek lagi diculik ke Jakarta, gantian nemenin si bos.

Tujuan pertama adalah Jalan Mekar Sari di Kiaracondong. Mengandalkan insting dan kemampuan gw yang terbatas mengenai jalan di Bandung (suka lupa-lupa inget gt sih!) berangkatlah gw kesana. Patokannya Griya Kircon dan SMA 16 Bandung.
Alamak jauhnya, berasa nggak nyampe-nyampe.
That was my first time go to there!
Nyari-nyari alamat + mengawang2 + lapar + kepanasan = paket kombo pagi2.
Syukurnya tempat yang dituju ketemu, selesailah urusan pertama.

Tujuan kedua adalah ke TIKI yang di Jalan Otista untuk minta kuitansi permintaan rekanan, sebagai pelengkap administrasi proyek gitu deh. Tadinya sekalian mo kirim dokumen ke Timor Leste tapi katanya diluar servis area.

Setelah kuitansi di tangan, tujuan ketiga masih di sekitar Otista, yaitu FedEx.
Ternyata eh ternyata.. Kirim dokumen doang ke Timor Leste itu nyampe 400ribuan.
Kontan gw dan rekan kaget, karena kita nggak bawa uang tunai sebanyak itu.
Budgetnya cuma 40rb-an (berasa kirim antar kota aja).
Baru bener-bener nyadar kalo Timor Leste sekarang udah jadi negara sendiri. Berasa masih sebangsa dan setanah air aja. Hikz..

Selesai dari FedEx dengan dokumen yang tidak jadi dikirim, gw dan rekan yang udah kelaperan akhirnya bertengger dulu di Jalan Saad buat ngebaso. Lumayan sambil istirahat bentar. Kebetulan jam menunjukkan waktunya istirahat.

Perut kenyang, hati agak senang, daripada keujanan akhirnya gw dan rekan melanjutkan perjalananke Telkom MCC Jalan Cisanggarung buat ngasiin kuitansi pelengkap administrasi proyek.

Telkom MCC done!Then we went to Telkom RisTi di Gegerkalong buat ngasi dokumen proyek dan tetek bengeknya. Untung orang yang dicari lagi nggak istirahat, padahal waktu itu masih jam 13.00.

Selesai dari sana dapat instruksi lagi untuk menyempatkan diri ke Telkom PDC untuk ambil laporan SMBB 2009. Laporan segede gaban yang jumlahnya ada tiga buah udah ada di tangan.
Final destination is Dayeuhkolot tercinta.

Nyampe kantor jam 14.30, perjalanan kurang lebih selama 5 jam 30 menit cuma buat keliling Bandung doang. Klo keluar kota udah nyampe kampungnya si Jeng tuh, Tegal. hehe.

Hari ini judulnya Hari Kurir buat gw. Perasaan waktu apply lamaran nggak ada kualifikasi punya sim C, punya kendaraan sendiri sama bisa bekerja di bawah tekanan (atau lebih tepatnya paksaan yah?hehe. peace out!). Serunya sih gw bisa jalan2, lumayan mempersingkat waktu di kantor, hehehee. Gw sih seneng-seneng ajaa tapi dampaknya gw jadi KRAM PANTAT untuk beberapa saat! (gw kesulitan mendefinisikan waktunya, kalo gw bilang beberapa jam gw baru ngerasain sejam, kalo gw bilang beberapa menit terlalu bentar karena ngilunya masih kerasa.!)
Sepanjang perjalanan gw udah nggak enak duduk aja. Rekor terlama mengendarai motor buat gw. Belum lagi ntar gw musti ngampus yang mana kampus gw berada di Jalan Dipatiukur, hmpp.
SEMANGAT, DINN!!

*dicari : tukang pijet cewek, orientasi pada cowok alias normal dan bisa mijet lebih oke lagi kalo bisa totok kurus atau totok gemuk :D! hubungi gw a.s.a.p! berasa remuk nih badan gw! hikz..*

Wednesday, October 14, 2009

Porsi Makan vs Perbedaan Gender

13 Oktober 2009

Hujan deras melanda kota Bandung dan sekitarnya (daerah kantor gw adalah daerah sekitarnya, hehehe). Selepas hujan reda, cuaca jadi dingin banget, gw nggak tahu berapa derajat celcius, tapi yang jelas dinginnya sampe nembus ke tulang gw (lebay :p) padahal gw pake jaket.

Cuaca dingin kayak gitu enaknya tidur selimutan sambil makan yang pedes2 berkuah dan minum yang anget2. Biasanya sih kalo di rumah, gw masak mie kuah, pake telor, pake kol dan sentuhan terakhir pake cengek (bahasa indonesianya cabe rawit) yang diiris-iris sebanyak 8-10 bijilah, tergantung kondisi perut saat itu, kalo perut gw lagi nggak bener biasanya gw cuma tambahin 5 biji doang. Lumayan menggelitik lidah :D.

Sayangnya kemarin gw masih ada di kantor, nemenin temen gw yang lagi lembur. Emang cuaca dingin gampang banget menyulut rasa lapar. Walhasil, gw dan beberapa temen gw pergi ke kantin buat memadamkan kelaparan!.

Saat itu, gw kepengen banget makan mie kuah, cuman gw gak biasa makan mie kuah yang nggak gw masak sendiri, jadilah gw pesen mie goreng di salah satu tempat makan di kantin. Rasa lapar yang berlebihan menyebabkan gw pesen berlebihan, nggak tanggung-tanggung gw pesen mie goreng dobel (emang biasanya gitu sih :D) plus segelas milo hangat. Selesailah transaksi gw disitu.

Nggak lama kemudian, datanglah temen gw satu lagi dan pesen di tempat yang sama dengan tempat gw mesen mi goreng. Disaat yang bersamaan, mie goreng idaman gw udah jadi.
Pas temen gw dateng ke meja :

temen gw :"Itu mie goreng dobel kamu yang pesen?"
gw : "iya kenapa emangnya?"
temen gw : "tadi si masnya ngomong : ini anak perempuan makannya segini banyak (sambil bawa mie pesenan gw)"

JEDANGG!!! Baru kali ini gw denger ada tukang jualan komentar begitu. Bukannya biasanya seneng ya pelanggan belinya banyak? Gw terhenyak sesaat, kata-kata si mas-mas itu menohok ulu hati gw. *halah*

Gw emosi dan bingung. Bingung karena mempertanyakan 'Emang sejak kapan perempuan nggak boleh makan banyak?' dan emosi karena secara nggak langsung tuh mas bilang gw rakus, iya kan? hehe. Suudzon aja nih gw, Astagfirullah. Tapi mau gimana lagi, emang kenyataannya begitu, gw makannya banyak, kegiatan juga banyak. Jadi pemasukan sama pengeluaran harus seimbang dong ya? hehehehe. *dalih*

Huh, emang sejak kapan ada aturan kalo Cowok boleh makan banyak, kalo Cewek makannya dikit aja. Kan nggak ada, mungkin karena biasanya porsi cewek itu sedikit2 yaa, jadi begitu gw pesen porsi cowok langsung dikomentarin. Nggak tau aja tuh si masnya kalo abis itu gw pesen jus alpukat lagi. hahahaa. :D

Porsi makan gw emang rada nggak biasa dari rata-rata porsi makan cewek pada umumnya. Emang salah gw? Salah temen2 gw? Salah orang tua gw? *aadc mode on*

Gw kan masih dalam masa pertumbuhan, haha, oke kita stop aja, tampaknya kalo gw terusin nulis bakalan tambah ngaco kedepannya. :D

Buat si mas-mas yang kemarin komentar lo add gw di facebook gw approve man!! *marshanda mode on*, haha, nggak deng gw cuma mo bilang kalo gw nggak kapok kok makan mie goreng dobel, apalagi pesennya di tempat lo. haha. Lo adalah penjual pertama yang komentar ttg porsi makan gw, atau lebih tepatnya lo adalah penjual pertama yang ketauan ngomentarin porsi makan gw! hehehe. Whatever..

Peace yow mas, andai gw bisa mengabadikan foto lo kemarin, pasti akan gw pajang disini sebagai dedikasi gw terhadap penjual yang kritis. :D

Salam mie goreng dobel pake cengek 5 biji!! \m/

Monday, October 12, 2009

bernafas dalam lumpur

Gyahaa.. yoi banget yakz judulnyaa..
jangan dulu ngebayangin kalo post ini berisi film serem di era taun 80-an yang biasanya diperanin sama Suzanna (almh.), Nena Rossier atau siapa tuh namanya yang ibu2, lupa deh gw..
sorry bukan angkatan gw soale emang.. :D
cuma mo sharing aja tentang sekelumit (halah, sekelumit) perjalanan gw menjadi seorang pemaen film pendek..
buset, shootingnya bisa nyampe seharian.. gw dateng jam 08.00 pagi dan baru kelar jam 19.30!!
hampir 12 jam untuk film berdurasi 10 - 15 menit.

berawal dari ajakan seorang teman lama (temen SMP) via sms yang intinya minta bantuan buat bikin film pendek. Masih setengah gak percaya gw tanya lagi, gw ngapain di film itu, jadi yang ngisi soundtrack kah? (ngarep mode on! :D)
Eh ternyata dia bilang gw disuruh shooting alias jadi pemaennya!!
Asli kaget begitu baca smsnya, huahaha, pengen ngakak. Kenapa tiba2 gw yang diajakkin?
Kenapa nggak yang laen, kayaknya banyak deh temen yg laen yg lebih ok dan ngebet banget jd artis! (walopun cuma film pendek doang..)
mungkinkah karena tampang gw cukup komersil (yoii :p)? atau cameragenic? atau sesuai dgn perannya?

berbekal rasa penasaran sekaligus ingin mengasah bakat akting gw (jijaayyy lu din!:D)
nggak deng, yaaa selama yang minta bantuan sama gw itu judulnya TEMAN dan gw BISA BANTU, gw pikir kenapa gw harus nolak? toh kita nggak tau kan besok2 syapa tau kita yang butuh bantuan dia.. lagian gw pikir seru juga nambah2 pengalaman en bisa nambah relasi karena gw yakin banyak orang-orang yang baru gw kenal ntarnya.
akhirnya gw mengiyakan tawarannya.
walaupun sempet kecewa kenapa gw ga diminta buat ngisi soundtracknya aja! haha. (teuteup!):D

Pertemuan pertama alias briefing pertama terjadi waktu hari Jumat, sepulang gw kuliah, di hotel Serena Bandung, tempat sang produser menginap.
Ternyata si produser yang namanya Om Aang ini adalah temen bokapnya temen gw itu. Dia orang Bandung asli, cuman udah lama menetap di Seattle.
Dia hobi banget bikin film, yaa sutradara gitu deh ceritanya.

Kemarin sempet bikin film pendek yang judulnya "Parebut Salaki" dan respon massa di USA sana antusias banget. Malah pada nungguin sekuelnya. Yaa, inti cerita itu adalah seorang cowo yang punya istri 2 trus istri pertama ga terima dipoligami, ngelabrak istri kedua yang gatau kalo ternyata dia jadi istri kedua. Yah, tipikal sinetron2 Indonesia gitu deh. Gw pikir, pada pindah aja tuh orang-orang kesini, disini sih setiap saluran tv ada sinetronnya. Gw aja yang orang sini nggak doyan sm begituan. Atau mungkin production house harus mulai mencoba menayangkan hasil produksi mereka di youtube deh, kayaknya bakal laku keras!

Setelah ngobrol ngalor-ngidul, koreksi kekurangan film itu, akhirnya disampaikanlah niat bahwa film ini akan diremake dengan gaya yang lebih anak muda dan diperbaiki segala kekurangan yang terdapat di film lama. Gw sempet jiper karena (lagi-lagi) cw satu-satunya adalah gw, tapi temen gw bilang kalo ada satu pemeran cw lagi cuma dia ga bisa dateng.

Gw kan bingung bakalan meranin yang mana karena cuma ada 2 karakter cewek di film itu :
1. Kokom (yang namanya dirubah jadi Titin) istri pertama yang 'ngota' abis, tajir mampus, tipikal ibu2 jetset dengan gaya dandanan yang menor abis. Si Titin ini bisa nyetir mobil dan dia adalah tokoh antagonis di film ini.
2. Neneng istri kedua, karakternya lugu, polos, ndeso, sederhana dan feminim abis.
Kalo gw dapet peran yang pertama, gw jelas NGGAK BISA NYETIR MOBIL. Kalo dapet peran yang kedua, gw jelas NGGAK FEMINIM.

Akhirnya gw tanya temen gw dan temen gw bilang,
"Ya kamu jadi si Nenenglah, wajah kamu mah nggak cocok jadi peran antagonis!"
Entah harus seneng karena berarti tampang gw nggak jutek seperti yang orang-orang perbincangkan selama ini, alim, polos, sederhana dan feminim (darimana feminimnya?), atau harus sebel jangan2 tampang gw cukup ndeso makanya dapet peran ini. Whatever, gw sih seneng2 ajaa, berarti persiapan menjadi feminim dimulai!.

Shooting dimulai hari Minggu, tanggal 12 Oktober 2009..
Meeting pointnya jauh gile ajeh di Cihanjuang, di lapangan sebelah All About Strawberry Cafe.
Shooting dimulai setelah semua kru lengkap, here they are :
1. Myrdal sang sutradara dan sang EO.
2. Romi dan Bilfian sbg kameramen.
3. Cahyo sebagai tukang ojek.
4. Anto si suami durjana.
5. Fle si figting partner alias istri pertama.
6. Neneng si charming alias gw alias si istri kedua. :D
6. Rahadi dan Adit kru lighting dan sagala rupa.
7. Kru genset dan 1 orang lagi yang namanya gw lupa.
8. Om Aang sang sutradara.

Scene #1
Neneng diantar tukang ojek ke toko perhiasan. Shooting di sepanjang jalan Cihanjuang.
Sukses bikin jalan Cihanjuang macet!

Scene #2
Neneng ke toko emas untuk beli kalung. Shooting di Jalan Gandawijaya, Toko Emas AB.
Sukses bikin macet dan diliatin orang-orang sekitar.
Gw beruntung bisa kenal sm ibu2 yang jaga tokonya, selain orangnya ramah dia juga baik.
Kita dikasih air minum selama shooting. Yaa, syapa tau kalo mo beli emas bisa dpt kortingan! :D

Scene #3
Titin mengintai Neneng yang sedang beli emas. Lokasi masih sama seperti scene #2.

Scene #4
Neneng selesai membeli kalung dan pulang kerumah. Sementara itu Titin mengintai Neneng dari seberang jalan.

Scene #5
Neneng pulang ke rumah, transaksi dengan tukang ojek.
Lokasi : in the middle of nowhere! i have no idea about this place (berasa di desa mana gitu!) yang jelas sih masih di Cimahi.



Scene #6
Titin mendatangi rumah Neneng, dimana sang suami a.k.a Kang Aip Suherman berada disana juga.






Scene #7
Buat gw ini scene yang paling seru, soalnya disini adegan gw sama Fle brantem ampe nyebur ke sawah. Parah abis, gw kira tuh sawah dangkal ternyata dalem banget aja gitu. Kalo berdiri kira-kira nyampe diatas perut. Isinya lumpur semua. Baunya jangan ditanya? BAU BANGET!
Gw nggak ngerti dah isinya apaan aja, gw udah parno takut ada katak, kodok, kadal dan teman2nya nemplok. Alhamdulillah, Tuhan dengerin doa gw. =)
Alhasil, dress 70's warna kuning corak bunga, kemeja putih pendek berenda, sendal dari pacar, dompet kesayangan gw yang warnanya putih, semua jadi warna coklat dan berlumuran lumpur. Sampe ke rambut, ke muka ke seluruh pori-pori kulit gw pokonya. Sandal dari si sayang pun melayang tinggal kenangan!
Beberapa kali sang sutradara meminta gw dan Fle untuk masuk ke kubangan secara 'rela' karena ekspresi warga yg nonton kurang gres. Beuh..
Bagian yang gw gak suka adalah baunya nggak nahan sama gatelnya ampe ke seluruh badan.

retake beberapa kali. masuk kubangan dengan sukarela.



Ceu Neneng dan Ceu Titin lagi damai. :p




Scene #8
Si Neneng dan si Titin ditarik masuk kedalam rumah sama Kang Aip.
berakhirlah peran gw disini.

Ceu Neneng. Kang Aip Suherman (Anto). Ceu Titin (Fle). Happy Family! :D


Ternyata, perjuangan gw ga sampe situ aja karena banyak lumpur yang mulai mengerak di kulit dan baju gw sangat susah untuk dibersihkan plus badan gatel2 abis. Gw sampe bolak-balik ke kamar mandi (kira2 4x) plus pake sabun, msh aja gak ilang2, yang mending baunya jadi agak2 ilang.

FYI, kamar mandi tempat gw dan Fle ganti baju ukurannya segi empat dan terletak di luar.
Tau kan kamar mandi yang suka ada di desa2 gitu? yang cuma pake bilik en gak ada pintunya?
horror abis! (maksudnya horor diintip!)
berasa ikutan acara 'Jika Aku Menjadi' yang suka tayang di Trans TV itu loh. ehheehhee. :))

Sesampainya di rumah, gw langsung mandi kembang 7 rupa sama bakar menyan biar tambah mistis. haha. kidding!

Sampe rumah kelaperan, trus mandi semandi-mandinya sampe badan gw wanginya bisa dicium dari rumah tetangga sebelah! haha. *lebay*
dan akhirnya gw sukses mendengkur dengan hebat disaat gw tepar..
(menurut kesaksian penghuni rumah yang ga bisa tidur gara2 gw!)

Menurut gw ini pengalaman yang bagus banget. Gw bisa berasa jadi artis (walau sehari), jadi istri kedua (walau boong2an, amit2 jgn sampe jadi beneran!), jadi orang desa (mandi di kamar mandi bilik deket sawah), jadi kebo (gara2 berendam di sawah) dan jadi feminim (ahiww, kebawa2 kayaknya!hari ini gw ngantor pake rok! ;D). Thanks buat Myrdal yang udah ngajak gw gabung, gw bisa kenal sama banyak orang hebat yang jadi tim sukses film pendek ini. Seperti kata om produser, siapa tau film ini bisa jadi a road to Seattle Festival atau sejumlah festival film lainnya. Amin.

Dan semoga, merah2 di kulit gw yang eksotis ini segera menghilang dari permukaan.
Udah penuh kulit gw sama bulu2, nggak usah nambah2in lagi! :D

Coming soon Babakan Sawah!!
Saksikan di layar tancap terdekat.. :D

Thursday, October 1, 2009

I just want a love that will last..

mmm..
I want a little something more
Don't want the middle or the one before
I don't desire a complicated past
I want a love that will last

Say that you love me
Say i'm the one
Don't kiss and hug me and then try to run
I don't do drama
My tears don't fall fast
I want a love that will last

I don't want a just a memory
Give me forever
Don't even think about saying good-bye
Cause I just want one love to be enough
And remain in my heart till I die


So call me romantic
huh, I guess that's so
There's something more that you ought to know
oh, I'll never leave you
So don't even ask
I want a love that will last

Forever..
I want a love that will last..

I don't want just a memory
Give me forever
Don't even think about saying good-bye
Cause I just want one love to be enough
And remain in my heart till I die

So there's just a little more that I need (more that i need)
I wanna share all the air that you breathe
I'm not the kinda girl to complicate the past
I want a love that will last

Forever
I want a love that will last
Always
I just want a love that will last
I want a love that will last